Kamus Peribahasa Indonesia dan Artinya Abjad C

Kamus Peribahasa Indonesia dan Artinya Abjad C

Peribahasa : Cacing hendak menjadi naga
Artinya : Orang hina hendak menyamai orang besar

Peribahasa : Condong yang akan menimpa
Artinya : perbuatan yang mendatangkan celaka

Peribahasa : Coreng arang di muka (dahi)
Artinya : Mendapat malu besar

Peribahasa : Cencaru makan petang
Artinya : Pekerjaan yang lambat tetapi hasilnya baik

Peribahasa : Cencang dua segeragai
Artinya : sekali jalan, dua pekerjaan selesai

Peribahasa : Cencang putus tiang tumbuk
Artinya : Putusan yang mengikat

Peribahasa : Cekur jerangau, ada lagi di umbun-umbun
Artinya : Masih sangat muda, belum berpengalaman

Peribahasa : Cakap berdegar-degar, tahi tersangkut di gelegar
Artinya : Banyak omong kosong tetapi tidak berbuat apa-apa

Peribahasa : Cakapan sejengkal dibawa sehasta
Artinya : Masalah sepele yang dibesar-besarkan

Peribahasa : Cadik terkedi, bingung terjual
Artinya : Orang yang bodoh akan mudah tertipu orang lain

Peribahasa : Cacing menjadi ular naga
Artinya : Orang kecil yang menjadi orang besar (sukses)

Peribahasa : Cacat-cacat cempedak, cacat-cacat nak hendak
Artinya : Pura-pura mencela padahal mencintai

Peribahasa : Cacak seperti lambang tergadai
Artinya : Perihal seseorang yang sedang terpana

Peribahasa : Cabik-cabik bulu ayam
Artinya : Dua saudara yang berkelahi namun lama kelamaan akur kembali

Peribahasa : Cakap melangit dapur tak berasap
Artinya : Orang miskin yang bergaya seperti orang kaya)

Peribahasa : Calak-calak ganti asah, menunggu tukang belum datang
Artinya : Sesuatu yang dipakai untuk sementara saja karena sedang menunggu yang lebih baik

Peribahasa : Campak bunga dibalas dengan campak tahi
Artinya : Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan

Peribahasa : Campur orang dengan pemaling, sekurang-kurangnya jadi pencecak
Artinya : Orang yang bergaul dengan orang jahat lama kelamaan akan jahat juga

Peribahasa : Carik-carik bulu ayam, lama-lama bercantum juga
Artinya : Perselisihan antar saudara yang berakhir dengan perdamaian

Peribahasa : Cekel berhabis lapuk berteduh
Artinya : Terlampau kikir

Share this :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar