3 Bahaya Makan Tengah Malam, Bikin Gemuk Hingga Merusak Kesehatan

3 Bahaya Makan Tengah Malam, Bikin Gemuk Hingga Merusak Kesehatan

Banyak orang yang tidak tahan menahan lapar tengah malam akibatnya mereka mengkonsumsi camilan atau makan dimalam hari.

Padahal, menurut penelitian makan tengah malam bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh. Beberapa ahli sepakat bahwa membatasi atau menghindari makanan sebelum tidur agar tidak gemuk dan meningkatkan kesehatan secara optimal.

Alexander Ford, ahli diet terdaftar dan dokter osteopati, mengatakan bahwa waktu terbaik untuk berhenti makan pada malam hari tergantung waktu tidur, apa yang kamu makan dan sbeerap banyak yang dimakan.

Disarankan tidak makan tiga-empat jam sebelum tidur, ujarnya kepada Huffpost. Karena harus mengkosongkan perut setelah makan sebab makanan berlemak mungkin membutuhkan waktu lebih lama.


Jika diabaikan maka bisa mengalami permasalahan kesehatan. Inilah dampak buruk akan tengah malam.

1. Bisa Menyebabkan Ganguan Pencernaan

Setalah makan langsung tidur bisa menyebabkan banyak masalah pencernaan, termasuk gangguan pencernaan dan refluks asam.

Ganguan pencernaan atau sakit perut bisa terjadi karen amakan terlalu cepat, terlalu banyak makan atau mengkonsumai makanan berlemak sehingga menyebabkan kembung dan mual.

Sementara refluks asam terjadi ketika beberapa kandungan asam lambung meresap ke kerongkonganmu. Sehingga tenggorokan akan perih atau rasa asam dimulut.

Refluks asam juga bisa menyebabkan mulas dan menyebabkan rasa terbakar didada.

Dalam hal ini, Rahaf Al Bochi selaku ahli gizi terdaftar sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics dan pemilik Olive Tree Nutrition mengatakan bahwa, berbaring setelah makan bisa menyebabkan rasa mulas semakin parah.

Apalagi jika makannya terlalu besar sehingga menyebabkan kembung, tidak nyaman dan mual, sehingga semua itu akan mempengaruhi kealitas tidur.

2. Mengurangi Kualitas Tidur

Makan malam sebelum tidur bisa memperburuk masalah. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity pada tahun 2011 menemukan bahwa mengkonsumsi kalori setelah jam 8 malam tak hanya meningkatkan risiko obesitas, tapi juga memperpendek durasi tidur.

Sehingga kualitas tidur menjadi tidak maksimal dan waktu istrirahatpun juga tidak maksimal. Penelitian lainnya juga mengatakan bahwa makan malam bisa membuatmu bermimpi buruk.

3. Meningkatkan Risiko Obesitas dan Menurunkan Metabolisme Tubuh

Makan larut malam bisa menyebabkan berat badan bertambah, karena malam hari membuat seseorang makan tanpa berpikir.

Kata Bethany Doerfler, ahli diet penelitian klinis di Northwestern Medicine, apalagi ketika sedang menonton TV dan menelusuri sosial media cenderung mengkonsumi camilan yang tidak sehat.

Kenaikan berat badan ini tidak bisa dikendalilan hingga menjadi kronis bahkan obesitas.

Penelitian lain juga mengatakan bahwa jika terlalu sering makan malam berlebihan maka bisa memperlambat metabolisme sehingga akan menyebabkan penambahan berat badan.

Camilan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi di malam hari adalah camilan ringan dengan porsi terkontrol. Jangan mengkonsumsi makanan cepat saji, Al Bochi menyarankan untuk makan makanan yang mengandung serat dan protein.

Seperti misalnya keju, crackers, yogurt, chia seeds, buncis, popcorn tanpa mentega, selai kacang dan apel.

Dan hindari makanan berlemak, gorengan, makanan pedas, asam, kafein, yang semuanya dapat memicu mulas versus pilihan camilan yang lebih netral.

You may like these posts