Kebiasaan yang Katanya Bikin Sehat, Tetapi Bisa Bikin Gemuk

Kebiasaan yang Katanya Bikin Sehat, Tetapi Bisa Bikin Gemuk

Sesuai dengan namanya, memiliki kebiasaan sehat tentu saja seharusnya membuat Anda lebih sehat. Namun, nyatanya beberapa kebiasaan justru sebenarnya bisa membuat Anda jadi gemuk sehingga para ahli sering menyebutnya sebagai kebiasaan sehat palsu, seperti di bawah ini.



1. Beralih dari gula ke pemanis buatan

Faktanya, banyak pemanis buatan menyebabkan insulin (hormon penyimpan lemak utama tubuh) dilepaskan di usus karena rasa manisnya yang seperti gula. Ditambah, ketika produsen mengeluarkan gula dari produk, lemak buruk seperti minyak sawit dan krim justru ditambahkan untuk menggantikan rasanya. Jadi lebih baik batasi konsumsi gula Anda sesuai anjuran, yakni 25 gram (6 sendok teh) untuk wanita dan 37,5 gram (9 sendok teh) untuk pria.

2. Makan makanan rendah lemak

Tidak semua lemak jahat karena lemak sehat ternyata bisa membantu Anda langsing dan tetap sehat. "Lemak sehat tidak hanya membantu menyerap banyak vitamin dari makanan, tetapi juga membantu membuat kenyang lebih lama, yang dapat membantu upaya penurunan berat badan," jelas ahli gizi dan ahli diet Lori Zanini, RD, CDE. Lagipula, produk rendah lemak cenderung menggantikan lemak yang tidak berbahaya dengan karbohidrat berkinerja rendah yang dicerna dengan cepat, yang meningkatkan rasa lapar dan membuat Anda lebih gemuk.

3. Tidak makan kuning telur

Jika Anda belum tahu, kuning telur adalah sumber kolin pembakar lemak dan vitamin D yang bagus. Menurut ahli, kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan obesitas perut. Selain itu, kuning telur juga mengandung lemak sehat yang meningkatkan rasa kenyang, sehingga kecil kemungkinan Anda akan makan berlebihan.

4. Terlalu banyak makan makanan sehat

Hanya karena Anda makan makanan sehat, bukan berarti porsinya tidak perlu dikontrol. Ingat, bahkan makanan yang baik juga memiliki kalori, seperti avokad, oatmeal, dan ayam, yang bisa menambah berat badan. Ingat, setengah dari piring Anda harus diisi dengan sayuran, dan setengah sisanya berisi protein tanpa lemak seukuran ponsel, satu porsi biji-bijian seukuran kepalan tangan, dan sedikit lemak tidak lebih besar dari ukuran jari telunjuk.

5. Berhenti mengonsumsi produk susu

Kecuali jika Anda tidak toleran terhadap laktosa, menjauhi produk susu untuk menghemat kalori mungkin lebih berbahaya daripada memberikan kebaikan. Alasan utamanya adalah karena kalsium memainkan peran kunci dalam mengatur cara tubuh memetabolisme makanan, yang menentukan apakah tubuh harus membakar kalori atau menambahkannya sebagai lemak berlebih.

6. Sama sekali tidak makan makanan manis

Jika Anda "melupakan" makanan manis favorit karena ingin "lebih sehat", tubuh mungkin merasa kurang puas dan akhirnya "menyuruh" makan sesuatu yang lebih tidak sehat untuk memuaskannya. Untuk menjaga agar tidak lebih gemuk, makan hanya sedikit camilan manis favorit Anda, tetapi jangan menghilangkannya sama sekali.

Anda mungkin menyukai postingan ini