Bahagia Itu Pilihan, Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu pilihan, ya sesimple itu. Siapa yang mengatakan untuk bahagia itu sulit berarti belum paham apa makna bahagia sebenarnya. Kenapa saya mengatakan bahagia itu suatu pilihan. Karena bahagia itu bisa tercipta jika kamu menginginkannya. Bahagia itu akan datang sendiri. Namun jika kamu sama sekali tidak mau menciptakannya maka bahagia itu pun jauh.



Lalu bagaimana menciptakan kebahagiaan dan rasa bahagia itu sendiri ?

Jawabnya mulailah dari hal-hal kecil. Diperlukan kepekaan dan kepedulian yang lebih terhadap diri sendiri dan sekitar. Ajak hati untuk berkompromi, kurangi ketegangan dan emosi. Senantiasa mencoba untuk rileks dalam menghadapi apapun. Pupuk rasa bahagia itu sedikit demi sedikit, suatu saat jika dia sudah tumbuh banyak dan memenuhi satu ruang di hatimu maka jika kesusahan dan permasalahan besar datang, hal itu takkan mampu menggoyahkan pertahananmu. Justru apa yang telah kamu pupuk selama ini akan menolongmu untuk mudah dan cepat menyelesaikan segala permasalahan itu. Hingga kamu tak akan terlarut dalam duka dan terombang ambing dalam gelisah.

Bahagia itu sederhana dan mudah sekali. Mari ciptakan dan pupuk dari sekarang. Mulailah pada saat kamu terbangun di pagi hari, rasakan nafasmu dan tubuhmu masih lengkap, sehat dan sempurna. Lalu berdoalah dan bersyukurlah atas itu, maka itu sudah menjadi pupuk kebahagiaanmu yang pertama di awal harimu.Saat kamu bisa beribadah dengan tenang dan nyaman, saat kamu bisa makan dengan lahap dan merasa kenyang, saat kamu bisa beraktifitas dengan lancar, saat kamu bisa membantu hal-hal kecil untuk orang lain. Itu semua adalah bibit-bibit kebahagiaanmu. Rasakan itu bukan hanya rutinitas tapi banyak nilai-nilai bahagiamu didalamnya. Jika kamu tak merasakan kebahagiaan dari itu semua, maka kejenuhan dan kelelahan yang akan selalu kamu temukan.

Ketidaksempurnaan yang akan selalu kau lihat, kamu nilai dan kamu rasakan. Karenanya kamu pun jadi tidak mengerti bahagia itu sebenarnya apa. Karena tuntutanmu untuk satu rasa itu cukup besar dan cukup tinggi. Sehingga kamu hanya lebih banyak menderita, kesepian dan mengeluh dalam hari-harimu.

Ini adalah fakta yang banyak diabaikan dan dilupakan oleh banyak orang. Padahal ini adalah satu hal yang cukup penting bagi diri kita sendiri, bagi kehidupan pribadi siapapun.

Bahagia itu bukan hanya pada saat kita mampu membeli barang-barang yang kita impikan, bukan hanya pada saat banyak orang menyanjung dan memuji, bukan hanya pada saat naik jabatan, memperoleh prestasi ini dan itu. Jika ekspetasimu cukup tinggi untuk memunculkan satu rasa bahagia maka kamu akan jatuh pada saat kamu tak mampu meraih dan mewujudkannya, kamu akan terluka pada saat orang lain yang selalu mendapatkan itu. Kamu tak akan mampu melihat apa saja yang sebenarnya telah kamu peroleh selama ini. Karena semua ternyata tidak bernilai besar bagimu.
Cukuplah mengabaikan diri sendiri, saatnya lihat ke dalam. Banyak sekali hal baik yang telah Tuhan berikan dan yang telah kamu lakukan selama ini.

Walau orang lain tak melihat, walau kamu tak mendapatkan apa-apa atas semua itu. Tapi cobalah bersahabat dengan dirimu sendiri. Seringlah berkompromi dan kurangi egois. Jangan kamu tekan dan siksa dirimu sendiri dengan angan-angan dan berbagai rasa ketidakpuasan. Mulailah ciptakan dan rangkai rasa bahagia itu satu persatu, mulai dari hal yang paling sederhana sekalipun, tapi rasakan dan rasakan kebahagiaan itu tumbuh, mekar dan bersemi hingga memenuhi ruang hatimu. Sertakan senyum atas setiap rasa bahagia yang kamu rasakan.

Kamu bahagia, maka orang disekitarmu pun akan merasakannya. Kamu sengsara maka orang disekitarmu pun juga akan mengetahuinya, tapi belum tentu mereka mau ikut merasakannya, dan belum tentu mereka mau kamu ajak berbagi kesusahan dan laramu itu. Namun jika kamu bahagia, auramu akan memancar dan menularkan virus bahagia itu bagi disekelilingmu. Siapaun ingin berada didekatmu. Semua ingin menjadi sahabatmu. Keluarga pun akan semakin dekat dan menyayangimu.Ajak hati kecilmu bicara. Dan hati yang tenang akan memberikan jawaban yang benar. Ga ada kata bantahan. Ya Bahagia itu memang harus diciptakan, ditumbuhkan lalu akan bisa dirasakan dan dinikmati. Maka hari-harimu akan lebih menyenangkan, hidupmu akan lebih ringan. Tujuan hidupmu akan lebih jelas, dan kaupun akan lebih fokus dan terarah untuk menyelesaikan tugasmu didunia dan untuk menyiapkan bekalmu di akhirat.

Jangan buang waktumu lagi teman, hidup ini singkat. Kurangi masalahmu tambah ibadahmu, maka akan bertambah kebahagiaanmu. Kurangi tuntutanmu, angan-anganmu, tambah senyummu, ringankan langkahmu untuk membantu orang lain dan tambah pula rasa ikhlas serta syukurmu

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar